Trend Transformasi Digital 2023 Di Indonesia
Daftar Isi
Perkembangan teknologi informasi dari waktu ke waktu semakin masif. Dampaknya adalah hampir seluruh sektor mengalami perubahan signifikan, khususnya dalam kecepatan akses. Perubahan dari tren konvensional ke arah otomatisasi sistem inilah yang jadi poin utama dari tren transformasi digital di Indonesia. Tren ini muncul pada dekade 1990-an.
Lantas, bagaimana tren transformasi digital di Indonesia? Inilah alasannya yang perlu Anda tahu!
Mengenal Arti Transformasi Digital
Transformasi digital di Indonesia dapat diartikan sebagai sebuah proses pembangunan dan penggunaan teknologi di bidang informasi maupun komunikasi. Tujuannya adalah untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan aktivitas, mulai dari dunia usaha, pemerintahan, dan keperluan lainnya.
Dengan kata lain, transformasi digital merujuk pada bagaimana teknologi menjadi poin utama dalam revolusi bisnis dan industri. Sebagai contoh adalah penggunaan jaringan internet dan big data hingga kecerdasan buatan seperti machine learning. Transformasi digital memiliki tiga tahapan yang harus dilalui terlebih dahulu, yakni:
1. Digitasi
Tahapan yang pertama adalah digitasi. Proses ini adalah alih teknologi konvensional atau analog ke arah teknologi digital. Tujuannya adalah optimasi kinerja dan penekanan biaya operasional seperti penggunaan kertas untuk berbagai keperluan. Jadi, digitasi menitikberatkan pada penggunaan alat kerja yang lebih efisien.
Misalnya dalam hal pembuatan dan pengurusan dokumen. Dulu, sebuah dokumen ditulis dalam sebuah kertas dan dikirimkan manual lewat jasa pengiriman barang atau pos. Kini, dokumen bertransformasi menjadi file PDF dan format lainnya yang bisa dikirimkan secara cepat dengan alat seperti smartphone dan PC.
2. Digitalisasi
Kedua adalah digitalisasi yang merupakan proses lanjutan dari digitasi. Dalam proses digitalisasi, semua informasi, data digital, dan hal lainnya menjadi lebih bermakna. Digitalisasi secara langsung dan tidak langsung berperan besar dalam transformasi digital di Indonesia. Di sinilah mengapa peran IT sangat vital.
Pada intinya, digitalisasi juga mengubah cara interaksi masyarakat. Contohnya saja adalah pada saat melakukan transaksi jual beli. Sebelum ada transformasi digital, transaksi ini berlangsung secara konvensional dengan cara bertatap muka langsung dan melakukan transaksi.
Kini, jadi semakin mudah dengan layanan e-commerce dengan dukungan metode pembayaran online yang aman dan nyaman.
3. Transformasi Digital
Tahapan terakhir atau yang ketiga ialah transformasi digital. Tahap ini menekankan kepada pihak-pihak yang melaksanakan digitasi maupun digitalisasi. Proses transformasi digital haruslah didukung oleh bisnis konvensional yang bekerja sama dengan bisnis digital. Dengan kata lain, perusahaan harus melakukan transformasi untuk menyediakan layanan digital untuk memudahkan masyarakat.
Hal itu juga didukung oleh tingginya minat dan permintaan dari pelanggan untuk kecepatan dan kenyamanan layanan.
Mengapa Transformasi Digital Diperlukan dalam Bisnis?
Bagaimana Tren Transformasi Digital di Indonesia?
- Transformasi digital proaktif, artinya tren ini berpengaruh terhadap perilaku maupun budaya kerja di masyarakat. Keterhubungan pun menjadi sangat mudah;
- Sistem komputasi awan (cloud computing) mengalami peningkatan. Terutama untuk bisnis yang bergerak di bidang tertentu dalam menyimpan dokumen-dokumen dan data penting;
- Sistem otomatisasi dalam bisnis, misalnya saja untuk transaksi yang lebih efisien sehingga meningkatkan daya saing;
- Infrastruktur IT yang semakin berkembang sebagai sarana untuk menghasilkan data penting sebagai acuan merancang strategi di masa mendatang;
- Keamanan siber yang menjadi perhatian. Misalnya dengan adanya tanda tangan elektronik, dokumen elektronik, dan lainnya, untuk menghindari tindak kejahatan seperti pemalsuan.
Posting Komentar