MUARA ENIM, zonamerah.com – Proyek penggantian jembatan beton di ruas jalan Tebat Agung, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, menjadi sorotan setelah dikeluhkan warga. Pasalnya, pembongkaran jembatan lama dan pembangunan jembatan sementara yang berada jauh lebih rendah menyebabkan akses antar desa terputus, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Debit air Sungai Baung yang meningkat akibat hujan dalam beberapa hari terakhir menyebabkan jembatan sementara tenggelam, menghambat aktivitas warga, termasuk para pekerja, pelajar, dan petani. Warga Desa Gerinam mempertanyakan lambannya progres pembangunan, yang hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti.
Warga Kecewa, Proyek Tanpa Kepastian
Joko, salah satu perwakilan warga Desa Gerinam, menyampaikan kekecewaannya atas kondisi tersebut.
"Kami mewakili warga Desa Gerinam sangat menyesalkan pembangunan jembatan sementara yang dibuat jauh lebih rendah dari jembatan lama. Selain itu, kami juga mempertanyakan mengapa proyek ini tidak kunjung selesai," ujarnya dengan nada kecewa.
Menindaklanjuti keluhan warga, Tim Zona Merah Group yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Fandri Heri Kusuma turun ke lokasi untuk meninjau langsung kondisi proyek yang menghubungkan Desa Gerinam dan Desa Tebat Agung.
Ormas MB-PKRI Desak PUPR Muara Enim Bertindak
Zona Merah Group bersama Ormas Markas Besar Penerus Kemerdekaan Republik Indonesia (MB-PKRI) Markas Komando Kabupaten Muara Enim turut mengambil langkah dengan melayangkan surat resmi kepada Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim. Surat dengan Nomor: 006/KMD-PKRI/CADSENA/III/2025 tertanggal 3 Maret 2025 tersebut berisi permintaan konfirmasi dan klarifikasi terkait dugaan mangkraknya proyek jembatan yang menggunakan anggaran Tahun 2023.
Komandan MB-PKRI Muara Enim, Amat Nangwi (Jangkuk), menegaskan bahwa pihaknya meminta penjelasan langsung dari Dinas PUPR terkait proyek tersebut.
"Kami dari MB-PKRI Muara Enim meminta kejelasan dari Dinas PUPR mengenai proyek ini. Cara pengerjaan yang dilakukan oleh pihak kontraktor sangat merugikan masyarakat. Akses penghubung terputus, aktivitas warga terganggu, dan kondisi ini sudah berlangsung selama berbulan-bulan," tegas Jangkuk kepada awak media.
Bupati Muara Enim Diminta Turun Tangan
Melihat dampak yang ditimbulkan, Ormas MB-PKRI Muara Enim juga meminta Bupati Muara Enim terpilih, H. Edison, SH., MH., untuk turun langsung ke lokasi dan mengevaluasi proyek tersebut.
Dengan nilai anggaran yang mencapai Rp3,38 miliar, proyek ini dinilai patut dipertanyakan. Warga dan Ormas setempat menuntut kontraktor bertanggung jawab atas keterlambatan proyek yang telah merugikan masyarakat sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas PUPR maupun kontraktor terkait status dan kelanjutan proyek jembatan Tebat Agung.
(Riko Eriyadi)
Posting Komentar untuk "Jembatan Tak Kunjung Selesai, Ormas MB-PKRI Desak PUPR Muara Enim Bertindak"